Film

Review Film Mauli Bulung

Temata akan memproduksi film baru dengan tajuk Mauli Bulung. Film ini rencananya akan ditayangkan pada Desember 2021 mendatang. Sebelumnya, Temata telah memproduksi film Kadet 1947. Berdasarkan prestasinya, Mauli Bulung adalah film yang diambil dari pengembangan naskah terbaik dari program masterclass pengembangan skenario film dan TV yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) pada bulan Oktober 2020 lalu.

 

Mauli Bulung Bisa Promosikan Danau Toba

Rahabi mandra sebagai Direktur Produksi Film dan Serial Temata Studios mengatakan bahwa film Mauli Bulung bisa menjadi media untuk mempromosikan keindahan danau Toba dan sekitarnya. Adapun film ini menceritakan tentang masalah adat istiadat yang ada di sekitar danau toba. Beragam masalah peliknya kehidupan yang diatur oleh adat menjadi bahan polemic tersendiri yang akan menyenangkan jika ditilik dalam bentuk film. Belum lagi keindahan alam di danau toba yang memungkinkan banyak orang untuk terjebak di dalam pesonanya.

 

Kemenparkraf RI pun sedang mempromosikan danau Toba sebagai salah satu destinasi baru yang wajib dikunjungi. Sehingga, film Mauli Bulung akan mampu menjadi pendokrak semangat promosi untuk berkunjung ke Danau Toba. Adapun cerita di dalam film ini berbicara tentang laki laki bernama Kecil yang baru saja ditinggal meninggal oleh neneknya. Film ditulis oleh Dr. Immanuel Gintings yang merupakan penulis asal Medan. Dirinya sudah banyak menulis untuk film film yang lain sehingga bisa disegani bakatnya.

 

Tesadesrasa Ryza saebagai Founder dan Chief Executive Officer Temata Studios mengatakan bahwa banyak nilai baik dan kearifan loka yang menjadi kutipan di dalam cerita asli daerah. Ini akan menjadi inspirasi dalam pembuatan film di Indonesia. Bukan hanya untuk film ini yang menceritakan tentang Danau Toba jug auntuk film lain dengan kearifan lokal yang lain dan nilai nilai baik yang bisa mendorong masyarakat Indonesia terus hidup dengan positif. Juga memberikan motivasi pendorong potensi wisata daerah.

 

Tuangan cerita situs pulsa tanpa potongan degan media visual akan menjadi lebih menarik juga menginspirasi terutama generasi muda untuk bisa mengenal budaya da nasal muasal dirinya di setiap daerah. Indoensia memiliki kebudayaan yang sangat banyak, dalam satu suku dan wilayah pun terdapat banyak cerita dan adat. Artinya aka nada banyak film lain yang bisa dibuat.

 

Kru dan Pemain Mauli Bulung

Immanuel Ginting akan menjadi penulis film Mauli Bulung. Sedangkan pemeran utamanya adalah Teuku Rifnu WIkana yang pernah bermain di dalam film Night Bus. Teuku Rifnu sudah banyak pengalaman dan mendapatkan banyak penghargaan. Di dalam film ini, dirinya adalah sosok cucu yang tengah ditinggal pergi oleh sang nenek. Di dalam tradisi batak, meninggalnya nenek merupakan sebuah kematian yang paling diidam idamkan dan banyak yang menunggu. Kematian ini disebut dengan saur matua mauli bulung atau sosok tertua yang meninggal duluan dari anak cucunya.

 

Berdasarkan tradisi Batang, kematian seperti ini jangan ditangisi dan harus dirayakan dengan keluarga besar. namun dibalik ini, ada konflik antara Kevin dan keluarganya. Beberapa adat ditampilkan namun kemudian bertolak belakang dengan pendirian Kevin. Beberapa konflik lain dengan keluarga membuat film ini memiliki cerita yang terus berkembang dari satu adegan ke adegan yang lain secara serius. Nuansa Danau Toba pun diperlihatkan sebagai salah satu peneduh di kala kevin merasa sangat buntu,

 

Ruma Temata memberikan kesempatan kepada film Mauli bulung untuk memperlihatkan bahwa Indonesia adalah negara yang bhineka. Ini adalah sebuah kekuatan yang akan diperlihatkan di dalam film nantinya. sebuah kolaborasi yang apik dan mampu menampilkan konten yang berkualitas.