Berita Covid-19

Kemendikbud Tunggu Skenario Pendidikan dari Gugus Covid-19

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan bahwa mereka akan menunggu gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 untuk memudahkan skenario dan juga kebijakan sektor pendidikan di tengah pandemi virus Corona. pernyataan tersebut pasalnya disampaikan oleh Plt.  Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad.

 

Kemendikbud Tunggu Kebijakan dan Skenario Gugus Tugas Covid-19

“Kemungkinan baru bisa diumumkan setelah protokol pembukaan layanan masyarakat, termasuk sekolah sudah diterbitkan oleh gugus percepatan penanganan Covid-19,” ungkap Hamid dilansir dari CNN Indonesia melalui pesan singkat di hari Kamis (21/5).

 

Ketika adanya Rapat Dengar Pendapat yang dilakukan dengan Komisi X DPR, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nadiem Makarim mengatakan pihaknya sudah menyiapkan berbagai macam skenario terkait dengan jalannya pendidikan di tengah pandemi virus Corona ini. Akan tetap di dirinya tak merinci Bagaimana detail sekenario tersebut.  Nadiem cuma mengatakan bahwa pihaknya sudah mendiskusikan berbagai macam kemungkinan dan juga mengkoordinasikan hal itu dengan gugus tugas.

 

Pernyataan Nadiem Makarim itu dibenarkan oleh Hamid. Dia menyatakan bahwa skenario pendidikan di tengah pandemic Karena ini belum rampung. “Masih berupa kajian-kajian yang nanti akan didiskusikan lebih lanjut lagi,” ungkap Hamid dilansir dari CNN Indonesia.

 

Ketika rapat tersebut berlangsung anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Demokrat Bramantyo Suwondo pasalnya meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membuat Sebuah protokol pendidikan di tengah situasi darurat seperti ini. akan tetapi, Saat ditanya Apakah Kemendikbud sudah membuat protokol pendidikan di situasi gawat darurat seperti ini, Hamid pasalnya tak menjawab dengan pasti.

 

“Ditunggu saja nanti ketika diumumkan,” pungkasnya.

 

Kemendikbud Rencana Buka Sekolah Lagi Pertengahan Juli 

Seperti yang diberitakan pada awal bulan Mei yang lalu bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memang berencana untuk membuka kembali sekolah pada pertengahan bulan Juli 2020. “Kita merencanakan membuka sekolah mulai awal tahun pelajaran baru, sekitar pertengahan Juli,” begitulah ungkap Hamid pada hari Sabtu tanggal 9 Mei 2020 kemarin.

 

Seperti yang diketahui bahwa sampai dengan saat ini sekolah di sebagian besar daerah masih melakukan pembelajaran jarak jauh atau disingkat menjadi PJJ karena dampak dari virus Corona ini.Akan tetapi Hamid sendiri menegaskan bahwa rencana ini dimungkinkan untuk sekolah di daerah-daerah yang sudah dinyatakan indotogel hari ini aman dari potensi wabah virus Corona. “Untuk daerah-daerah yang sudah dinyatakan aman oleh Satgas Covid-19 dan Kementerian Kesehatan,” tambahnya lagi.

 

Hamid juga mengatakan bahwa nantinya kegiatan sekolah bakal menggunakan protokol kesehatan di area institusi pendidikan yang telah ditentukan oleh pemerintah dan diwajibkan untuk memakai masker. Namun ia tidak menjelaskan secara rinci dan lebih lanjut lagi apakah pihaknya akan menetapkan protokol kesehatan tersendiri maupun melakukan pembatasan jumlah siswa.

 

PJJ pasalnya sudah berlangsung setidaknya 2 bulan lebih di sebagian besar daerah. Sebelumnya Kemendikbud menyatakan bahwa mereka sedang menyiapkan tiga skenario belajar di tahun ajaran 2020/2021. Pertama kegiatan belajar di lakukan di sekolah, sebagian di sekolah dan sebagian lagi PJJ, serta ada yang sepenuhnya PJJ sampai akhir tahun.

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga memfasilitasi para siswa yang belajar di rumah dengan mengadakan kelas di televisi melalui tayangan di TVRI. Namun sejumlah siswa mengeluhkan bahwa beberapa dari mereka tidak bisa mengakses tayangan tersebut karena beberapa hal, salah satunya karena tidak memiliki televisi dan juga tidak memiliki sinyal yang cukup baik untuk mengakses layanan tersebut.